Seuntai Pesan
(Aku masih dalam kondisi koma; karena gegar otak)
dalam lorong dan tempat gelap.
Dalam kebingunganku meraba-raba untuk mencari pelita.
Dalam lautan rindu mencari seberkas cahaya sebagai penerang jiwa.
Taushiyah dan pesan penyemangat dari:
Handzalah,
"Cintailah Allah dan RasulNya,
pasti Allah ’kan mencintamu.
Pabila pekikan CINTA (jihad) itu mengumandang
Tinggalkanlah bidadari, anak, harta duniawimu
Berjuanglah dengan jiwa dan ragamu.
Taman surga itu lebih indah dan memesona
dari dunia seisinya
Apakah kau tak iri denganku???
Aku termandikan oleh usapan hangat jemari malaikat
dan kecupan bibir hangat bidadari bermata jeli."
Nuruddin Mahmud Zanki,
"Awali perjuangan dengan kebeningan niat.
Itulah kenapa kubuat mimbar yang kuletakkan di Baitul Maqdis.
Agar membakar jiwamu
Memompa denyut semangatmu
Menggelegakkan darah jihadmu "
Shalahuddin Al Ayyubi,
"Benteng Vatikan takkan bisa kau runtuhkan,
Takkan bisa engkau sentuh
Pabila engkau masih tersilau dunia nan hinadina!
Kendalikan nafsu syahwatmu
Insya Allah engkau ’kan beroleh kemenangan sejati"
Muhammad Al Fatih
(Sang Penakluk Takhta Konstantin),
Sang Pahlawan Terpujaku,
"Sucikan hati,
Patahkan hasrat duniawi
Lalu, desahkan hadits ini dengan istiqomah:
"Fala ni’ma al amir, amiruha.
Fala ni’ma al jaiz fadzalika al jaiz!"
’Sebaik-baik panglima perang adalah panglima perang yang menaklukkan Konstantinopel,
dan sebaik-baik tentara adalah tentara yang menaklukkan Konstantinopel.’
Bacalah! Resapilah! Bertafakurlah!
Inilah hadits terindah yang selalu kudengungkan
ditiap hirupan nafas dan detakan jantungku.
Aduhai ’titisan’ semangat ruh jihadku...
Jika aku bisa menaklukkan takhta Kontanstin,
Engkau pun pasti bisa menaklukkan takhta Roma
’Apa yang orang lain bisa, Insya Allah engkau pun bisa’
Jangan peduli dengan ucapan kaum nifaq itu!!!
Yang bersembunyi dibalik tirai gelar ulama’, dai, muballighnya
Yang telah menjual akhiratnya dengan setetes dunia hina
Percayailah Ayat-Ayat Langit dan sabda-sabda Rasulullah saw
Janji Allah itu pasti!!
Dan obatnya seserpih ragu, adalah meyakini sepenuh hati
Ucapan kaum nifaq itu hanyalah setan berselimut ujud manusia
Yang membaluti kebatilan dengan ’selimut’ kebenaran
Yang bisa meredupkan pijar api semangatmu
Jangan tertipu!!! Jangan....
Abaikanlah ia.
Ingatlah!
Panji Islam takkan tegak dengan tiang salib (sekulerisme)
Melempanglah dengan manhaj (jalan/metode) Nabi saw,
Insya Allah engkau ’kan selamat!"
Kukecup punggung tangan kasarnya,
Tangan harum, yang beraroma semerbak wangi Taman Firdaus
Tangan yang selalu menggenggam bendera Ar Royya
(Bendera berlatar hitam
bertuliskan kalimat, Laa ilaaha illallah, muhammad rasulullah
oleh celupan warna putih, seputih kapas sutera
Seputih jiwa mukmin yang terkena jejaring retina makrifatullah)
Lalu ia mengangsurkan bendera Ar Royya ke arahku.
Aku pun dengan tubuh menggigil menerimanya.
"Kutitipkan ’Panji Kemenangan Islam’ ini kepadamu
Ingatlah satu hal!.....
Hanya inilah benderamu.
Bendera yang selalu digenggam oleh lembut jemari Rasulullah saw.
Bendera kebanggaan sang Haidar, Hamzah ibn Muththalib
Bendera yang terlelehi darah harum syuhada
Abdullah ibn Rawahah..
Ja’far ibn Abi Thalib..
Mush’ab ibn Umair
Zaid ibn Haritsah
yang harus kau pertahankan hidup dan mati
dengan segenap jiwa-raga, dan semua hartamu
Aku pun dengan lisan ragu bertanya,
"Pahlawan terpujaku! Bagaimana dengan bendera warna-warni
yang kini digenggam oleh 1,5 milyar kaum muslimin
di 50 lebih negeri itu?"
"Enyahkan bendera warna-warni jahiliah itu!!!
Lemparkanlah ia di tong sampah ’ketersesatan!!!’
Bendera itulah yang telah memorakporandakan
kesatuan kaum muslimin kini
Bendera ciptaan licik kaum Yahudi terlaknati!!
Bendera yang menjajahi jiwa-jiwa kerdil.
Hingga membuatmu pekak akan kebenaranNya
Senin, 28 April 2008
Selasa, 26 Juni 2007
Membangun Kembali Peradaban Islam
Pendahuluan.
Islam selama ini masih banyak kita anggap sebagai agama yang mengajarkan tentang budi pekerti & ajaran yang dianggap paling luhur, hal ini terlihat jelas dalam kehidupan di masyarakat, bahwa aturan Islam hanya dilaksanakan jika aktifitas ritual dan ibadah lainnya telah dilaksanakan dengan sempurna. Pandangan masyarakat yang masih sempit ini masih terlihat jelas dalam kehidupan ini.
Melihat kenyataan seperti ini maka perlu adanya sebuah upaya untuk merubah kehidupan masyarakat yang masih sempit dalam memandang bahwa Islam adalah ajaran yang mengatur aktifitas ritual saja.
Sebagaimana telah menjadi pandangan hidup atau pemikiran umum, bahwa sebuah ajaran agama akan sempurna jika dilaksanakan dengan sempurna. Cara pandang seperti ini menjadi pendorong bahwa semuanya akan terselesaikan. Untuk itu perlu adanya upaya yang lebih radikal lagi dan lebih menghujam lagi bahwa ada upaya membangun atau mencerahkan tentang pemahaman tersebut.
Islam Merupakan Ideologi
Islam adalah sebuah peradaban (hadharah) yang paling mulia,paling agung,paling dasyat,paling kuat pokoknya paling segala-galanya di muka bumi ini.Peradaban Islam adalah hal yang nyata dan telah terbukti begitu luhurnya dan sangat mulia jika peradaban ini telah tegak kembali di muka bumi ini. Sebagaimana telah disampaikan sebelumnya, bahwa pemahaman Islam yang masih sempit yaitu bahwa Islam hanya mengatur soal aktifitas ritual dan ajaran budi pekerti, maka disini perlu dijabarkan dan disampaikan bahwa pemahaman tersebut perlu diperluas, bahwa Islam adalah sebuah aturan yang menyeluruh bagi seluruh kebaikan manusia di muka bumi ini. Islam adalah sebuah ideologi (Mabda), yang mana merupakan ‘aqidah aqliyah yanbatiqu’anha an nizham. Yang artinya aqidah aqliyah yang melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan, yang artinya sesuatu disebut ideologi bila memiliki dua (2) syarat, yaitu memiliki aqidah aqliyah sebagai fikrah (ide) dan memiliki sistem (aturan) sebagai thariqah (metode penerapan)
Dalam kitab Nidham Al Islam karya Taqiyuddin An Nabhani bahwa aqidah merupakan pemikiran yang menyeluruh tentang kehidupan dunia,kehidupan sebelum dunia,setelah dunia dan bagaimana hubungan antara dunia dengan kehidupan sesudah dunia (akherat).Sedangkan sistem aturan ialah mencakup berbagai pemecahan terhadap berbagai problema kehidupan baik pribadi, keluarga, maupun negara; menyangkut persoalan ibadah,ahlak,sosial,politik,ekonomi dan budaya)
Dengan demikian, aqidah aqliyah dan bagaimana cara pemecahan problem manusia tersebut dengan ide(fikrah).Sedangkan tentang bagaimana penerapan berbagai pemecahan tersebut, bagaimana pemeliharaan ide (fikrah), dan cara untuk menyebarkan ide (fikrah) tersebut disebut thariqah (metode operasional untuk menerapkan aqidah tersebut)
Dengan demikian suatu ideologi bukan hanya bersifat ide-ide teoritis tanpa adanya realitas pelaksanaannya (seperti filsafat) namun mesti ada metode (cara opersional) yang jelas tentang bagaimana penerapannya dalam masyarakat.
Dari uraian tersebut nampak bahwa Islam mempunyai keunikan sendiri dibandingkan dengan agama-agama lain di dunia ini, Ideologi Islam dapat meresapi ke sebuah peradaban yang agung, hal ini dapat kita pahami, bangunan peradaban bukanlah struktur fisik.Peradaban (hadharah) dibangun oleh pemikiran, pandangan hidup suatu masyarakat, yang tercermin dalam cara pandang mereka terhadap segala sesuatu.Cara pandang ini berakar dari ilmu pengetahuan, khususnya tentang manusia dan alam semesta. Oleh karena itu pandangan hidup juga menentukan sikap sseorang terhadap dirinya (anfus) dan terhadap alam semesta (afaq).
Maka dari itu membangun peradaban sejatinya adalah membentuk manusia –manusia yang berilmu pengetahuan atau manusia beradab.Karena itu, asumsi dasar bahwa manusia adalah mahluk beradab harus lebih diutamakan ketimbang hanya manusia sebagai mahluk sosial, karena ia lebih inklusif.Sebaliknya,manusia beradab akan terbentuk oleh peradaban.Sebab secara fisik, manusia bukan hanya lahir dimuka bumi, tapi lahir ditengah agama,kepercayaan,nilai dan kultur yang menguasai masyarakat.
Menyebarluaskan Ide Pemahaman Ideologi Islam
Sekarang sudah ada gambaran bahwa Islam sebagai ideologi merupakan peradaban, maka untuk lebih memfokuskan problematika yang sedang terjadi tentang keberadaan peradaban Islam saat ini, maka perlu penelusuran , bahwa kondisi umat Islam saat ini (secara fakta) belum mempunyai peradaban sendiri. Hal yang perlu kita ketahui bahwa peradaban sekarang dikuasai oleh ideologi selain Islam yaitu ideologi kapitalisme yang nota bene adalah negeri –negeri penganut agama selain Islam (Yahudi dan Kristen).
Ideologi kapitalisme ini merupakan ideologi yang menguasai peradaban saat ini, ideologi kapitalisme adalah ideologi yang dibangun atas pemahaman liberalisme yang menurunkan berbagai ide-ide sesat seperti westernisasi, demokrasi, sekulerisasi, pluralisme,relativisme dan lainnya. Ideologi kapitalisme ini sudah tentu sangat berimplikasi pada peminggiran (marginalisasi) peradaban Islam.
Jawaban bagi problematika saat ini, yaitu masih dikuasainya dunia ini oleh peradaban dari ideologi kapitalisme, maka jalan untuk menegakkan kembali peradaban Islam adalah membangun kembali pemahaman Islam secara benar ke masyarakat, baik melalui ilmu pengetahuan, pemikiran dan dakwah secara benar seperti apa yang pernah disampaikan oleh Rasulullah SAW..
Dakwah Islam
Ideologi (Mabda) Islam adalah fikrah dan thariqah yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari fikrah tersebut. Peraturan Islam lahir dari aqidah, sedangkan peradabannya memiliki model dan ciri yang unik dalam kehidupan.Metode Islam dalam pengembangan dakwah adalah diterapkannya Islam oleh negara dan diemban sebagai qiyadah fikriyah ke seluruh dunia. Metode ini harus dijadikan azas untuk memahami dan menerapkan peraturan.Penerapan Islam oleh jamaah kaum muslimin yang hidup dalam pemerintahan yang menerapkan hukum Islam, adalah termasuk upaya-upaya menyebarluaskan dakwah Islam. Karena penerapan peraturan Islam ditengah-tengah masyarakat non muslim tergolong metode dakwah yang bersifat praktis. Penerapan peraturan Islam telah berhasil memberikan pengaruh gemilang dalam mewujudkan dunia Islam yang wilayahnya sangat luas.
Sekarang kembali pada kita sebagai umat muslim (Islam), bahwa perjuangan terus berlanjut sampai titik darah penghabisan, tdk ada kata berhenti dalam berdakwah, selama kita masih hidup, terus belajar dan berjuang hingga mafahim kita terus berkembang dan semakin meningkat hingga kita semakin paham dan semakin bersemangat untuk terus berjuang menegakkan kembali peradaban Islam yaitu Daullah Khilafah Islamiyah, sebagaimana telah dijanjikan oleh Rasullah dan telah ditetapkan dalam hadist.
Ditulis oleh -hayan mahdi-
Sumber Data Tulisan:
-Islam Mulai dari Akar ke Daunnya,BPIM IPB 2002
-Islamia Thn 1 No 6 juli-September 2005
Langganan:
Postingan (Atom)